Hikmatullah dan Sukarman
Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian
ABSTRAK
ABSTRAK
Landform aluvial di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah merupakan lahan pertanian utama, akan tetapi informasi sifat-sifat tanahnya belum banyak diteliti dan dipublikasikan. Tujuan penelitian adalah untuk mengevaluasi sifat-sifat fisika, kimia dan komposisi mineral tanah pada landform aluvial serta potensi kesuburannnya untuk pertanian. Sebanyak 5 pedon dari Lembah Palu, 5 pedon dari pantai utara dan 4 pedon dari pantai barat, Kabupaten Donggala telah dipilih untuk dianalisis di laboratorium. Pedon-pedon tersebut mewakili grup tanah dominan yaitu Ustifluvents, Haplustepts, Eutrudepts, dan Endoaquepts. Untuk mengetahui adanya perbedaan sifat-sifat tanah antar lokasi dilakukan uji berpasangan, sedangkan untuk membandingkan pengaruh kadar liat dan C-organik terhadap kapasitas tukar kation (KTK) tanah dilakukan dengan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah-tanah di tiga lokasi tersebut mempunyai tekstur bervariasi dari pasir berlempung sampai lempung liat berpasir, pH agak masam sampai agak alkalis, C-organik rendah sampai sangat rendah, kadar P2O5 dan K2O (ekstrak HCl 25%) tinggi, P2O5 tersedia (ekstraksi Olsen) sedang sampai tinggi, KTK tanah rendah, KTK liat dan kejenuhan basa tinggi. Sifat-sifat tanah di tiga lokasi tersebut sangat beragam dengan koefisien keragaman (CV) 23-98%, kecuali pH dan kejenuhan basa (CV , 20%). Uji berpasangan kadar pasir, kadar K2O total dan P2O5 tersedia menunjukkan perbedaan sangat nyata untuk semua pasangan dari tiga lokasi. Berbeda halnya dengan kadar liat, debu, C-organik, KTK tanah dan KTK liat berbeda sangat nyata untuk dua pasangan dari ketiga lokasi, yaitu antara lokasi Lembah Palu dengan pantai utara dan pantai barat. Hasil analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa kadar liat lebih erat hubungannya dengan KTK tanah dibandingkan dengan kadar C-organik. Komposisi mineral fraksi pasir didominasi oleh kuarsa dan fragmen batuan, tetapi masih mengandung mineral mudah lapuk cukup tinggi (12-46%), sedangkan komposisi mineral liat merupakan campuran dari smektit dan illit. Potensi kesuburan tanah cukup baik dengan kendala kadar C-organik dan KTK tanah rendah. Pemberian bahan organik seperti pupuk kandang dan sisa-sisa panen sangat dianjurkan untuk meningkatkan KTK tanah dan ketersediaan hara.
Dipublikasi dalam Jurnal Tanah dan Iklim No.25, Juli 2007.
Dipublikasi dalam Jurnal Tanah dan Iklim No.25, Juli 2007.
